Minggu, 26 Februari 2017

Fungsi dan Ragam Bahasa


FUNGSI DAN RAGAM BAHASA
         A)     Fungsi Bahasa
1.       Lambang Kebanggaan Kebangsaan.
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebangsaan ini, bahasa Indonesia kita pelihara dan kita kembangkan, dan rasa kebanggaan memakainya senantiasa kita bina
2.       Lambang Identitas Nasional
Didalam melaksanakan fungsi ini, bahasa Indonesia harus memiliki identitasnya sendiri sehingga ia serasi dengan lambang kebanggaan kita yang lain. Bahasa Indonesia dapat memiliki identitas apabila masyarakat sebagai pemakai membina dan mengembangkannya.
3.       Alat Perhubungan Antarwarga, Antardaerah, dan Antarsuku Bangsa
Dengan adanya bahasa nasional, kita dapat berhubungan antarsatu dengan lain sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan. Kita dapat pergi keberbagai daerah yang ada di Indonesia dengan memanfaatka bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.
4.       Alat Yang Memungkinkan Terlaksananya Penyatuan Berbagai-bagai Suku Bangsa yang Memiliki Latar Belakang Sosial Budaya dan Bahasa yang Berbeda-beda Kedalam Satu Kesatuan Bangsa yang Bulat
Di dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berunfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan alat kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
5.       Alat Perhubungan pada Tingkat Nasional untuk Kepentingan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Nasional dan untuk Kepentingan Pelaksanaan Pemerintahan
Bahasa Indonesia tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbal-balik antar pemerintah dan masyarakat luas, dan tidak hanya sebagai alat perhubungan antardaerah dan atarsuku, melainkan juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya.
6.       Alat Pengembangan Kebudayaan Nasional, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi
Di dalam hubungan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki ciri-ciri dan identitasnya sendiri, yang membedakan dari kebudayaa daerah.

v                             Fungsi umum bahasa
1.       Untuk tujuan praktis, seperti mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
2.       Untuk tujuan artistik, seperti mengolah bahasa dengan cara yang indah guna memenuhi kebutuhan estetis manusia.uk mempelajari pengetahuan lain, seperti mempelajari ilmu-ilmu tertentu.
3.       Sebagai kunci untuk mempelajari pengetahuan lain, seperti mempelajari ilmu-ilmu tertentu.
4.       Untuk tujuan filologis, seperti mempelajari naskah-naskah kuno.
v                            Fungsi khusus bahasa
1.       Sebagai alat menjalankan administrasi negara, misalnya untuk menyusun undang-undang atau surat kenegaraan.
2.       Sebagai alat pemersatu berbagai suku
3.       Sebagai wadah penampung kebudayaan.

      B)      Ragam  Bahasa
       Ragam bahasa atau variasi bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian.     Variasinya pun bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, sosiolinguistik termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Selain itu ragam bahasa juga ditandai oleh beberapa ciri-ciri linguistik tertentu seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis. Disamping ditandai oleh ciri-ciri non-linguistik seperti lokasi/ tempat/ lingkungan penggunaan bahasa itu sendiri. Baik dalam hal sosial maupun yang lainnya. Dalam bahasa Indonesia terdapat tujuh ragam bahasa
1.       Idiolek
Ragam bahasa yang bersifat perseorangan disebut idiolek. Setiap orang yang berbahasa Indonesia memiliki ciri khas pribadi dalam pemakaian lafal, tata bahasa, atau pun pilihan dan kekayaan kata yang dimilikinya.
2.       Dialek
Ragam bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat dari wilayah tertentu disebut dialek. Ada 3 jenis dialek, yaitu dialek regional, dialek sosial, dan dialek temporal.
a.       Dialek regional adalah variasi bahasa yang dipakai di daerah tertentu. Contoh: bahasa Jawa dialek Medan dan bahasa Melayu dialek Jakarta.
b.      Dialek sosial adalah dialek yang dipakai oleh kelompok sosial tertentu atau dipakai untuk menandai strata sosial tertentu. Contoh: dialek wanita dan dialek pria.
c.       Dialek temporal adalah dialek yang dipakai pada kurun waktu tertentu. Contoh: dialek Melayu pada zaman Sriwijaya dan dialek Bali pada zaman Majapahit.
3.       Sosiolek
Ragam bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat dari golongan sosial tertentu disebut sosiolek. Contoh: ragam bahasa mahasiswa dan ragam bahasa buruh.
4.       Fungsiolek
Ragam bahasa yang digunakan dalam kegiatan suatu bidang tertentu disebut fungsiolek. Contoh: ragam bahsa penelitian dan ragam bahsa jurnalistik.

Berdasarkan media pembicara, ragam bahasa dibedakan atas:
a.       Ragam Lisan
Ragam bahasa lisan adalah suatu ragam bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap (organ of speech). Dalam ragam bahasa lisan ini, kita harus memperhatikan beberapa hal seperti tata bahasa, kosakata, dan lafal dalam pengucapannya. Karena dengan memperhatikan hal-hal tersebut, pembicara dapat mengatur tinggi rendah suara atau tekanan yang dikeluarkan, mimik/ekspresi muka yang ditunjukkan, serta gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide dari sang pembicara.

b.      Ragam Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam bahasa lisan ini, kita harus memperhatikan beberapa hal seperti tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan pemilihan kosa kata. Karena dalam ragam bahasa tulis ini kita dituntut untuk tepat dalam pemilihan unsur tata bahasa seperti bentuk kata, susunan kalimat, pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan juga penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide kita.


Daftar Pustaka
Zulkifli,dkk.2012.BAHASA INDONESIA:Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Lisan dan Tulis di Perguruan Tinggi.Tarakan.



Beberapa negara yang mengajarakan Bahasa Indonesia
1. Tokyo University of Foreign Studies, Jepang
Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) selama ini terkenal sebagai pusat kajian internasional, penelitian dan pertukaran dosen sedunia. Kampus yang berada di Asahicho, Fuchu, Tokyo ini juga dikenal sebagai salah satu dari lima universitas terkemuka di dunia dalam bidang bahasa asing. Dari 26 jurusan yang mengkaji bahasa asing dari berbagai negara, Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang dipelajari oleh Universitas ini.
Bahasa Indonesia sendiri termasuk dalam program studi Asia Tenggara, bersama dengan tujuh negara lainnya.

2. University of Shouthern Queensland, Australia
Di kampus ini Bahasa Indonesia dipelajari secara menyeluruh dalam program Bachelor of Arts (Indonesian Language). Mahasiswa yang mengambil jurusan ini, maka mereka akan belajar mengenai banyak hal mengenai Bahasa Indonesia, mulai dari kosa kata, struktur bahasa, menulis, membaca sampai berbicara menggunakan Bahasa Indonesia. Kegiatan belajar tidak hanya dilakukan dengan membaca buku, namun Mahasiswa juga diwajibkan untuk membaca majalah serta literatur populer lainnya yang dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia juga banyak dipelajari di SD Negeri Australia Barat. Bahasa Indonesia menjadi bahasa asing terbesar yang diajarkan di sekolah-sekolah dasar (SD) negeri Australia Barat. Menurut data Departemen Pendidikan Australia Barat, pada tahun 2013, ada 24.869 siswa SD negeri di sana yang belajar bahasa Indonesia di kelas. Bahasa Indonesia berada pada posisi kedua sebagai bahasa yang dipelajari oleh sekolah sd di negara Australia ini.

3. Taras Shevchenko National University of Kyiv, Ukraina
Bahasa Indonesia merupakan program studi yang masih cukup baru dipelajari di kampus ini, tepatnya dimulai sejak tahun ajaran 2012/2013. Bahasa Indonesia sendiri merupakan program studi yang dibuka oleh Institute Philology dari Taras Shevcenko National University of Kyiv, yang saat pembukaannya, jurusan satu ini sangat didukung secara penuh oleh Kedutaan Indonesia untuk Ukraina. Salah satu bentuk dukungan pemerintah Indonesia adalah dengan membuka pusat kajian Bahasa Indonesia, mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti Darmasiswa, program beasiswa yang digelar pemerintah Indonesia untuk para mahasiswa asing.

4. Hankuk Univeristy of Foreign Studies, Korea Selatan
Salah satu kampus terbaik di Korea Selatan, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), yang berdiri sejak tahun 1954 ini membuka jurusan yang khusus mempelajari tentang Bahasa Indonesia. Universitas ini membuka 2 jurusan yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia yaitu Department of Malay-Indonesia di College of Oriental Language serta Department of Malay-Indonesian Interpretation College of Interpretation and Translation.

5. Hong Bang University, Vietnam
Menurut seorang diplomat Indonesia, Pemerintah Kota Ho Chi Minh secara resmi mengumumkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh pada bulan Desember 2007. Selain itu, menurut Konsul Jenderal Republik Indonesia periode 2007-2008, Irdamis Ahmad, bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diutamakan di Kota Ho Chi Minh. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di universitas-universitas di Vietnam.  Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC, dan Universitas Sosial dan Humaniora adalah universitas yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliahnya.

6. Universitas Mohammed V, Maroko
Di Maroko, pengajaran bahasa Indonesia telah diresmikan, yaitu di Universitas Mohammed V. Di universitas tersebut, Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata kuliah pilihan dengan 4 SKS di samping bahasa lainnya seperti bahasa China, Jepang, Korea, Urdu, dan Turki. Dosen yang mengajar mata kuliah bahasa Indonesia di sana adalah dosen dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Mohammed V Maroko merupakan salah satu upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara tersebut, khususnya di bidang pendidikan.
7. National University of Singapore (NUS)
NUS menjadi Universitas terkemuka dengan peringkat paling atas di Asia Tenggara dan Asia. Salah satu pusat studi bahasa di National University of Singapore juga memberikan mata kuliah Bahasa Indonesia.

Daftar Pustaka:
http://emangmantep.com/6-universitas-luar-negeri-mata-kuliah-bahasa-indonesia
https://www.brilio.net/life/4-universitas-dunia-ini-punya-mata-kuliah-bahasa-indonesia-top-1508259.html
http://beasiswablajar.co.id/7-kampus-luar-negeri-menjadikan-bahasa-indonesia-mata-kuliah-wajib/
http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2015-09-02/bahasa-indonesia-paling-banyak-dipelajari-di-sd-negeri-australia-barat/1488212


Pemakaian bahasa Indonesia di daerah 3T ( Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dan 4P (perbatasan, pelosok, pedalaman, dan pesisir)
Indonesia  terdiri  dari berbagai  wilayah yang  dipisahkan  oleh  selat  dan  laut,  baik pulau-pulau  terdepan  dan  terluar  maupun daerah-daerah  tertinggal  (3T).  Pulau  terdepan dan terluar merupakan kawasan di perbatasan Indonesia dengan negara lain maupun  pulau-pulau  terluar  Indonesia, sedangkan  daerah  tertinggal  merupakan  daerah  yang  jauh  dari  akses,  baik  transportasi maupun  komunikasi. Banyak masyarakat Indonesia yang berada di daerah terpencil yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia ataupun tidak mengerti Bahasa Indonesia sama sekali. Bahkan, mereka justru memahami dan mengerti bahasa bangsa lain. Sebagai contoh kecil rakyat Indonesia yang bertempat tinggal di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia, mereka justru lebih lancar bahkan menggunakan bahasa negara tersebut dari pada menggunakan bahasa Indonesia.
 Di daerah pedalaman bahasa Indonesia cenderung hanya digunakan untuk interaksi dengan pendatang yang berkunjung ke lingkungan desa. Karena dihampir kesempatan masyarakat menggunakan bahasa mereka sesuai dengan daerah mereka masing-masing. Selain itu bahasa Indonesia digunakan dalam kondisi yang secara baku dan formal. Ada beberapa faktor penyebab masyarakat perbatasan (terpencil) tidak mahir berbahasa Indonesia . Faktor yang mengakibatkan masyarakat terpencil tidak mengerti bahkan tidak paham Bahasa Indonesia, salah satunya adalah letak geografis dan topografi yang sulit dijangkau oleh akses transportasi dan komunikasi. Hal ini menyebabkan publikasi Bahasa Indonesia yang sangat sulit menjangkau daerah mereka. Hal ini diperparah dengan akses pendidikan yang sangat sulit menembus daerah mereka, yang menyebabkan pendidikan bahasa tidak dapat tersampaikan sama sekali.
Faktor lain yang secara tidak langsung dapat mengakibatkan masyarakat terpencil tidak mengerti bahkan tidak paham Bahasa Indonesia adalah dalam segi kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan daerah terpencil. Hal ini sungguh disayangkan,karena tanpa kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat terpencil Indonesia, semua yang diupayakan oleh masyarakat yang peduli pun menjadi sulit.
Saat ini memang banyak guru yang dikirim keberbagai daerah yang masuk dalam kategori daerah 3T dan 4P. Namun, kebijakan ini pun jarang membuahkan hasil karena guru yang dikirim kedaerah inilah yang belajar bahasa daerah setempat bukan masyarakat setempat yang belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Guru cenderung mengikuti bahasa peserta didik. 
Daftar Pustaka:
Kelas-dawam-blogspot.com>2015/01
http://ikhtisar-ku.blogspot.com/2014/12/penggunaan-bahasa-indonesia-di-daerah.html.
https://pangeransastra.wordpress.com.




Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional
Bahasa adalah hasil dari peradaban manusia. Karena itu, jika sebuah bangsa bahasanya dipelajari oleh masyarakat dunia, maka bangsa itu memiliki kekuatan tidak saja secara ekonomi dan politik, tetapi juga peradabannya. Sebab, ketika orang ingin mempelajari sebuah bahasa, hakikatnya dia tidak hanya akan mempelajari bahasa tersebut, tetapi juga peradabannya, termasuk di dalamnya nilai-nilai budaya dan adat istiadatnya. Dengan begitu, bangsa Indonesia akan lebih dikenal bangsa lain dan dapat memiliki pengaruh yang besar dalam hubungan internasional. Selain kebanggaan, pemilik bahasa dunia juga memperoleh nilai keuntungan lainnya, yakni kemudahan bergaul dengan masyarakat internasional. Sebagai contoh adalah bahasa Inggris. Pemilik bahasa Inggris, misalnya, tidak perlu belajar bahasa lain (asing) jika ingin bergaul dengan masyarakat internasional di berbagai bidang, seperti perdagangan, sosial politik, budaya dan sebagainya.
Bahasa Indonesia saat ini menjadi dipertimbangkan dunia. Bukan semata karena Indonesia menjadi negara yang berpotensi menjadi pasar, namun juga sebagai negara yang mulai merangkak naik untuk berperan pada dinamikan internasional. Saat ini Bahasa Indonesia sedang sedang diperbincangkan untuk menjadi bahasa Internasional. Bahasa Indonesia  berpotensi cukup besar untuk mampu menjadi bahasa internasional karena tidak asing lagi di telinga komunitas internasional, khususnya di negara-negara tetangga. Peluang bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional dinilai cukup besar apabila dibandingkan dengan berbagai bahasa di Eropa. Sebagai contoh, PBB telah menolak usul Jerman yang ingin menjadikan bahasa Jerman sebagai bahasa internasional. PBB menilai bahwa bahasa Jerman hanya digunakan dan mayoritas tersebar di Jerman saja. Hal ini tentu berbeda dengan bahasa Indonesia yang saat ini mulai dikenal di kancah internasional karena penggunaannya di jejaring media sosial.
Kepotensialan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional dapat dilihat dari beberapa faktor yang mendukung dan atau yang memengaruhinya contohnya seperti Sistem bahasa Indonesia yang sudah dapat dikatakan mapan. Artinya, beberapa aspek yang terkait dengan bahasa Indonesia sudah diatur dan sudah dibakukan. Bahasa Indonesia telah memiliki sistem ejaan yang mapan, yakni dengan diberlakukannya Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, yang terkenal dengan singkatannya EYD. Buku panduannya pun sudah diterbitkan dengan judul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dengan demikian, dari segi tata tulis bahasa Indonesia telah memiliki aturan yang baku. Di samping itu, untuk mengantisipasi pengaruh bahasa lain dan untuk pengembangan peristilahan bahasa Indonesia, juga telah diterbitkan buku Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan modal yang sangat berarti untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Memang, tidak semua penduduk Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya menggunakan bahasa Indonesia secara aktif, tetapi hampir semua penduduk Indonesia mengerti bahasa Indonesia. Kemudian daya tarik kekayaan alam dan budaya Indonesia. Kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah merupakan daya tarik bagi pelaku ekonomi dari mancanegara untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan banyaknya pelaku ekonomi dari mancanegara yang berinvestasi di Indonesia ini mau tidak mau akan berdampak pada banyak orang asing yang masuk ke Indonesia. Hal itu dapat berdampak pula pada banyaknya orang asing yang ingin mempelajari bahasa Indonesia. Saat ini sudah banyak perguruan tinggi atau lembaga pendidikan (219 lembaga di 74 negara), baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang menyelenggarakan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) (Wahya 2010:174).
            Hambatan dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional ada pada masyarakat kita sendiri, seperti menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur adukan dengan bahasa daerah, penggunaan bahasa prokem dan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku. Maka dari itu, untuk mewujudkan mimpi menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional harus dimulai dari diri kita sendiri. Banggalah berbahasa Indonesia. Bukan hanya berbahasa Indonesia, tetapai berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita juga harus setia terhadap bahasa Indonesia. Bahasa yang penuturnya tidak lagi setia atau ditinggal penuturnya akan dengan sendirinya mati. Selanjutnya kita juga harus memperkuat bangsa Indonesia baik di bidang ekonomi, soial, maupun politik.           
Daftar Pustaka:
Alwi, Hasan. 2011. Bahasa Indonesia, Pemakai dan Pemakaiannya. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Wahya. 2011. “Peningkatan Status Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional: Sudah Lebih Mantapkah Perencanaan Bahasanya?” Dalam Sugiyono dan Yeyen Maryani (Penyunting). 2011. Perencanaan Bahasa pada  Abad Ke-21: Kendala dan Tantangan (Risalah Simposium Internasional Perencanaan Bahasa). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.   






Tidak ada komentar:

Posting Komentar