Hakikat
bahasa
Bahasa
adalah suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer ( mana suka ). Oleh masyarakat,
bahasa di gunakan untuk mengidentifikasi diri. Selain itu, bahasa di gunakan
oleh masyarakat untuk bekerjasama dan berkomunikasi. Sebagai sebuah sistem,
bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaidah, atau pola-pola tertentu, baik dalam
bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata kalimat. Jika aturan, kaidah,
atau pola tersebut di langgar maka komunikasi dapat terganggu.
Lambang
dalam sistem bahasa adalah bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia. Oleh
karena itu, yang di anggap primer dalam bahasa ialah bahasa yang di ucapkan
atau yang di sebut dengan bahasa lisan. Bahasa tulisan hanya bersifat sekunder,
meskipun sangat penting kegunaanya, karena merupakan rekaman visual dalam
bentuk huruf dan tanda baca dari bahasa lisan. Lambang bahasa yang berupa bunyi
tersebut bersifat arbitrer. Maksudnya ialah tidak ada ketentuan atau hubungan
antara satu lambang bunyi dan benda atau konsep yang di lambangkannya. Walaupun
begitu, komunikasi bisa terganggu bila terjadi penyimpangan aturan sistem lambang
bunyi.
Ciri atau
sifat yang hakiki dari bahasa yaitu:
1.
Bahasa itu adalah sebuah sistem
Bahasa sebagai sistem artinya bahasa terdiri atas
unsur-unsur atau komponen-komponen yang secara teratur tersusun menurut pola
tertentu dan membentuk satu kesatuan.
2.
Bahasa itu berwujud lambang
Lambang atau simbol tidak bersifat langsung dan alamiah.
Lambang menandai sesuatu yang lain secara konvensional, tidak secara alamiah
dan langsung. Karena itu lambang sering disebut bersifat arbitrer, yang
dimaksud dengan arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat
wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.
3.
Bahasa berupa bunyi
Secara teknis, menurut Kridalaksana (1983:27). Bunyi
adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang
bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara.
4.
Bahasa bersifat arbitrer
Kata arbitrer diartikan sewenang-wenang, berubah-ubah,
mana suka. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya
hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep
atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut atau bisa juga diartikan
dengan tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkaian bunyi tertentu harus
mengandung arti yang tertentu pula.
5.
Bahasa itu bermakna
Bahasa itu mempunyai makna, karena lambang-lambang itu
mengacu pada sesuatu konsep, ide, atau pikiran.
6.
Bahasa bersifat konvensional
Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi
konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang di
wakili.
7.
Bahasa bersiat unik
Unik artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri
yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya.
8.
Bahasa bersifat universal
Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh
setiap bahasa yang ada di dunia ini. Ciri-ciri yang universal ini merupakan
unsur bahasa yang paling umum, yang biasa dikaitkan dengan ciri-ciri atau
sifat-sifat bahasa lain.
9.
Bahasa itu bervariasi
Ragam atau ragam bahasa adalah variasi bahasa yang
digunakan dalam situasi, keadaan, atau untuk keperluan tertentu. Untuk situasi
formal digunakan ragam bahasa yang disebut ragam baku atau ragam standar, untuk
situasi informal digunakan ragam yang tidak baku atau ragam standar.
10.
Bahasa bersifat produktif
Maksudnya, meskipun unsur-unsur itu terbatas, tapi
terdapat diluar satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas, meski
secara relatif sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa.
11.
Bahasa bersifat dinamis
Karena keterkaitan dan keterikatan bahasa dengan manusia,
sedangkan dalam kehidupan manusia kegiatan manusia tidak tetap dan tidak
berubah.
12.
Bahasa berfungsi sebagai alat interaksi sosial.
13.
Bahasa merupakan identitas penuturnya.
http://ramlannarie.wordpress.com/2010/06/09/hakikat-bahasa/
Apakah
hewan memiliki bahasa?
Menurut beberapa data yang saya dapatkan bahwa hewan
tidak memiliki
kemampuan menggunakan bahasa sebagai media berkomunikasi sebagaimana manusia.
Namun hewan memiliki cara lain untuk berkomunikasi antar sesamanya. Setiap
hewan menggunakan jenis komunikasi yang berbeda sesuai dengan spesiesnya. Ada
dua jenis komunikasi pada hewan:
1. Komunikasi
verbal
Komunikasi
verbal adalah komunikasi yang disampaikan secara lisan. Dalam hal ini suara
merupakan cara yang paling umum yang
digunakan beberapa jenis hewan untuk menyampaikan pesan. Contohnya burung
berkomunikasi melalui kicauan, hewan mamalia menggunakan suara untuk memanggil
kelompok yang lain, hewan kecil biasanya mengeluarkan suara mencicit sedangkan
hewan yang lebih besar suaranya lebih bergemuruh.
2. Komunikasi
non verbal
a. Ekspresi
wajah
Beberapa jenis hewan
berkomunikasi dengan menggunakan cara ini seperti pada burung, ketika induk
burung membawa makanan untuk anak-anaknya,ekspresi meminta bisa diamati pada
wajah anak-anak burung tersebut.
b. Gerakan
dan bahasa tubuh
Contohnya: rusa yang
akan mengibaskan ekornya untuk memperingatkan
rusa yang lain pada bahaya yang akan datang dan gorilla yang menjulurkan
lidahnya untuk mengekspresikan kemarahannya.
c. Bau
dan sinyal
Banyak hewan
berkomunikasi satu sama lain melalui bau. Mereka mengeluarkan feromon (zat kimia
yang dikeluarkan oleh seekor hewan yang memungkinkannya berkomunikasi dengan
anggota lain dari jenis yang sama) untuk menyampaikan pesan. Contoh hewan yang
menggunakan cara ini adalah amuba.
Cara berkomunikasi dengan
sinyal.Pertama sinyal akustik, jenis komunikasi ini biasanya dikaitkan dengan
monyet vervet. Mereka memiliki bahasa yang sebenarnya mengandung tiga kata
yaitu ular, elang dan macan tutul.Sinyal ini untuk memperingatkan vervet
lainnya akan adanya bahaya dari masing-masing ancaman tersebut. Kedua sinyal
elektrikyang biasanya digunakan oleh hewan air seperti hiu dan ikan lainnya.
Hewan-hewan ini memiliki electroreceptor untuk mengidentifikasi objek dan
bahaya.
d. Sentuhan
Hewan yang bisanya
menggunkan jenis komunukasi ini adalah simpanse. Untuk mengungkapkan
perasaannya, simpanse akan saling menyentuhkan tangan satu sama lain. Kucing
dan badak saling meringkuk untuk menunjukkan kasih sayang.
Jika kita lihat semut saling
menyentuhkan sungut dan kakinya bila bertemu dengan semut lain. Induk ayam akan
mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu untuk memanggil anak-anaknya ketika menemukan
makanan. Kucing juga akan menciptakan bunyi-bunyian yang khas (bahkan terkadang
mirip tangisan bayi) ketika ia hendak menarik perhatian lawan jenis. Demikian
pula halnya dengan lebah. Lebah juga memiliki tarian-tarian tertentu untuk
memberitahu teman-temannya ketika menemukan nektar. Mereka akan membuat tarian
yang menunjukkan dimana tempat nektar tersebut berada, berapa banyak, berapa
jauh jaraknya, apakah ada ancaman atau tidak untuk sampai ke sana, dan
sebagainya.
Dari fakta ini tampak bahwa binatang juga memiliki
“bahasa”, sekalipun bahasa yang digunakan oleh binatang berbeda dengan bahasa
yang dimiliki oleh manusia. Binatang juga menggunakan bahasa untuk
berkomunikasi dengan spesies yang sejenis, seperti halnya manusia berbahasa
untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Namun, bentuk komunikasi yang
dilakukan oleh binatang juga terbatas. Bagi binatang, bahasa hanya berfungsi
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primitif (primer) mengenai keadaan emosi,
tanda adanya bahaya, mengenali sesama golongan, memanggil pasangan atau anak,
adanya makanan di tempat tertentu, dan percumbuan (Markam, 1991: 21). Apabila
manusia memakai sebagian besar otaknya untuk proses mental, termasuk proses
kebahasaan, binatang lebih banyak memakai otaknya untuk kebutuhan-kebutuhan
fisik (Dardjowidjojo, 2010: 208).
Sumber
www.amazine.co>Home>Iptek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar