Minggu, 26 Februari 2017

Hakikat Bahasa



Hakikat bahasa
Bahasa adalah suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer ( mana suka ). Oleh masyarakat, bahasa di gunakan untuk mengidentifikasi diri. Selain itu, bahasa di gunakan oleh masyarakat untuk bekerjasama dan berkomunikasi. Sebagai sebuah sistem, bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaidah, atau pola-pola tertentu, baik dalam bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata kalimat. Jika aturan, kaidah, atau pola tersebut di langgar maka komunikasi dapat terganggu.
Lambang dalam sistem bahasa adalah bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia. Oleh karena itu, yang di anggap primer dalam bahasa ialah bahasa yang di ucapkan atau yang di sebut dengan bahasa lisan. Bahasa tulisan hanya bersifat sekunder, meskipun sangat penting kegunaanya, karena merupakan rekaman visual dalam bentuk huruf dan tanda baca dari bahasa lisan. Lambang bahasa yang berupa bunyi tersebut bersifat arbitrer. Maksudnya ialah tidak ada ketentuan atau hubungan antara satu lambang bunyi dan benda atau konsep yang di lambangkannya. Walaupun begitu, komunikasi bisa terganggu bila terjadi penyimpangan aturan sistem lambang bunyi.
Ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa yaitu:
1.      Bahasa itu adalah sebuah sistem
Bahasa sebagai sistem artinya bahasa terdiri atas unsur-unsur atau komponen-komponen yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk satu kesatuan.
2.      Bahasa itu berwujud lambang
Lambang atau simbol tidak bersifat langsung dan alamiah. Lambang menandai sesuatu yang lain secara konvensional, tidak secara alamiah dan langsung. Karena itu lambang sering disebut bersifat arbitrer, yang dimaksud dengan arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.
3.      Bahasa berupa bunyi
Secara teknis, menurut Kridalaksana (1983:27). Bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara.
4.      Bahasa bersifat arbitrer
Kata arbitrer diartikan sewenang-wenang, berubah-ubah, mana suka. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut atau bisa juga diartikan dengan tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkaian bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula.
5.      Bahasa itu bermakna
Bahasa itu mempunyai makna, karena lambang-lambang itu mengacu pada sesuatu konsep, ide, atau pikiran.
6.      Bahasa bersifat konvensional
Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang di wakili.
7.      Bahasa bersiat unik
Unik artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya.
8.      Bahasa bersifat universal
Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini. Ciri-ciri yang universal ini merupakan unsur bahasa yang paling umum, yang biasa dikaitkan dengan ciri-ciri atau sifat-sifat bahasa lain.
9.      Bahasa itu bervariasi
Ragam atau ragam bahasa adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi, keadaan, atau untuk keperluan tertentu. Untuk situasi formal digunakan ragam bahasa yang disebut ragam baku atau ragam standar, untuk situasi informal digunakan ragam yang tidak baku atau ragam standar.
10.  Bahasa bersifat produktif
Maksudnya, meskipun unsur-unsur itu terbatas, tapi terdapat diluar satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas, meski secara relatif sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa.
11.  Bahasa bersifat dinamis
Karena keterkaitan dan keterikatan bahasa dengan manusia, sedangkan dalam kehidupan manusia kegiatan manusia tidak tetap dan tidak berubah.
12.  Bahasa berfungsi sebagai alat interaksi sosial.
13.  Bahasa merupakan identitas penuturnya.
 
http://ramlannarie.wordpress.com/2010/06/09/hakikat-bahasa/



Apakah hewan memiliki bahasa?
Menurut beberapa data yang saya dapatkan bahwa hewan tidak memiliki kemampuan menggunakan bahasa sebagai media berkomunikasi sebagaimana manusia. Namun hewan memiliki cara lain untuk berkomunikasi antar sesamanya. Setiap hewan menggunakan jenis komunikasi yang berbeda sesuai dengan spesiesnya. Ada dua jenis komunikasi pada hewan:
1.    Komunikasi verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan secara lisan. Dalam hal ini suara merupakan  cara yang paling umum yang digunakan beberapa jenis hewan untuk menyampaikan pesan. Contohnya burung berkomunikasi melalui kicauan, hewan mamalia menggunakan suara untuk memanggil kelompok yang lain, hewan kecil biasanya mengeluarkan suara mencicit sedangkan hewan yang lebih besar suaranya lebih bergemuruh.
2.    Komunikasi non verbal
a.    Ekspresi wajah
Beberapa jenis hewan berkomunikasi dengan menggunakan cara ini seperti pada burung, ketika induk burung membawa makanan untuk anak-anaknya,ekspresi meminta bisa diamati pada wajah anak-anak burung tersebut.
b.    Gerakan dan bahasa tubuh
Contohnya: rusa yang akan mengibaskan ekornya untuk memperingatkan  rusa yang lain pada bahaya yang akan datang dan gorilla yang menjulurkan lidahnya untuk mengekspresikan kemarahannya.
c.    Bau dan sinyal
Banyak hewan berkomunikasi satu sama lain melalui bau. Mereka mengeluarkan feromon (zat kimia yang dikeluarkan oleh seekor hewan yang memungkinkannya berkomunikasi dengan anggota lain dari jenis yang sama) untuk menyampaikan pesan. Contoh hewan yang menggunakan cara ini adalah amuba.
Cara berkomunikasi dengan sinyal.Pertama sinyal akustik, jenis komunikasi ini biasanya dikaitkan dengan monyet vervet. Mereka memiliki bahasa yang sebenarnya mengandung tiga kata yaitu ular, elang dan macan tutul.Sinyal ini untuk memperingatkan vervet lainnya akan adanya bahaya dari masing-masing ancaman tersebut. Kedua sinyal elektrikyang biasanya digunakan oleh hewan air seperti hiu dan ikan lainnya. Hewan-hewan ini memiliki electroreceptor untuk mengidentifikasi objek dan bahaya.

d.    Sentuhan
Hewan yang bisanya menggunkan jenis komunukasi ini adalah simpanse. Untuk mengungkapkan perasaannya, simpanse akan saling menyentuhkan tangan satu sama lain. Kucing dan badak saling meringkuk untuk menunjukkan kasih sayang.

Jika kita lihat semut saling menyentuhkan sungut dan kakinya bila bertemu dengan semut lain. Induk ayam akan mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu untuk memanggil anak-anaknya ketika menemukan makanan. Kucing juga akan menciptakan bunyi-bunyian yang khas (bahkan terkadang mirip tangisan bayi) ketika ia hendak menarik perhatian lawan jenis. Demikian pula halnya dengan lebah. Lebah juga memiliki tarian-tarian tertentu untuk memberitahu teman-temannya ketika menemukan nektar. Mereka akan membuat tarian yang menunjukkan dimana tempat nektar tersebut berada, berapa banyak, berapa jauh jaraknya, apakah ada ancaman atau tidak untuk sampai ke sana, dan sebagainya.

Dari fakta ini tampak bahwa binatang juga memiliki “bahasa”, sekalipun bahasa yang digunakan oleh binatang berbeda dengan bahasa yang dimiliki oleh manusia. Binatang juga menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan spesies yang sejenis, seperti halnya manusia berbahasa untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Namun, bentuk komunikasi yang dilakukan oleh binatang juga terbatas. Bagi binatang, bahasa hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primitif (primer) mengenai keadaan emosi, tanda adanya bahaya, mengenali sesama golongan, memanggil pasangan atau anak, adanya makanan di tempat tertentu, dan percumbuan (Markam, 1991: 21). Apabila manusia memakai sebagian besar otaknya untuk proses mental, termasuk proses kebahasaan, binatang lebih banyak memakai otaknya untuk kebutuhan-kebutuhan fisik (Dardjowidjojo, 2010: 208).



Sumber
www.amazine.co>Home>Iptek


Tidak ada komentar:

Posting Komentar