Morfologi adalah ilmu bahasa yang mempelajari seluk beluk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal maupun fungsi semantik (Ramlan, 1987: 21). Morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya; bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata yakni morfem (Kridalaksana, 1993: 51). Morfologi adalah bagian dari tata bahasa yang membicarakan bentuk kata (Keraf, 1984: 51).
Berdasarkan pendapat beberapa diatas dapat disimpulkan bahwa morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tentang seluk-beluk pembentukan kata.
B. Proses Morfologi
Dalam Bahasa Indonesia morfologi terbagi atas 3 proses yaitu proses pembubuhan afiks (afiksasi), proses pengulangan (reduplikasi), dan proses pemajemukan (pemajemukan).
➽Proses afiks (afiksasi)
Afiks adalah bentuk kata terikat yang apabila ditambahkan pada kata dasar atau bentuk dasar akan mengubah makna gramatikal. Kata dasar dapat berupa kata benda, kata sifat, kata kerja, dll.
Afiksasi terdiri atas:
1. Prefiks: Imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar (ber-, me-, pe-, per-, di-, ter-, ke-, seb).
Contoh:
Main Kata dasar
Ber Imbuhan
Sehingga menjadi “Bermain”
2. Sufiks: Imbuhan yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar (–kan, –an, –i).
Contoh:
Teman Kata dasar
-i Imbuhan
Sehingga menjadi “Temani”
3. Infiks: Imbuhan yang disisipkan di tengah kata (–el-, -em-, -er-).
Contoh:
Luhur Kata dasar
-el- Imbuhan
Sehingga menjadi “Leluhur”
4. Konfiks: Imbuhan bentuk kata yang terjadi daridua unsur yang terpisah (ber-kan, ber-an, per-kan, per-an, per-i, pe-an, di-kan, di-i,me-kan, me-i, ter-kan, ter-i, ke-an).
Contoh:
Sepakat Kata dasar
ke-an Imbuhan
Sehingga menjadi “Kesepakatan”
5. Simulfiks: Imbuhan bentuk kata yang tidak berbentuk suku kata dan yang ditambahkan atau di leburkan pada dasar (memper-kan, memper-i, diper-kan, diper-i).
Contoh:
Temu Kata dasar
memper-kan Imbuhan
Sehingga menjadi “Mempertemukan”
➽Pengulangan (Reduplikasi)
Pengulangan atau redupliksai adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruh, maupun sebagian, baik variasi fonem maupun tidak, hasil pengulangan itu merupakan kata ulang, sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk dasar.
Cara Menentukan Bentuk Dasar Kata Ulang
Pengulangan tidak merubah golongan kata nomina, verb, dan subjek Contoh : Berkata – kata dari bentuk dasar berkata. Bentuk dasar berupa satuan dalam kehidupan bahasa Indonesia. Contoh : Mepertahan – tahankan.
Macam – Macam Pengulangan
1. Pengulangan Seluruh
Pengulangan seluruh ialah pengulangan seluruh bentuk dasar,tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses perubahan afiks., misalnya gunung menjadi gunung-gunung.
2. Pengulangan sebagian
Pengulangan sebagian ialah pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya. misalnya lihat menjadi melihat-lihat.
3. Pengulangan Yang Berkombinasi Dengan Proses Pembubuhan Afiks
Pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks yaitu, bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, maksudnya pengulanag itu terjadi bersama – sama dengan proses pembubuhan afiks dan bersama –sama pula mendukung satu fungsi. Misalnya, mobil menjadi mobil-mobilan.
Pengulangan Dengan Perubahan Fonem Kata ulang yang pengulangannya termasuk golongan ini sebenarnya sangat sedikit Disamping bolak – balik terdapat kata kebalikannya, sebaliknya, dibalik, membalik, dari perbandingan itu dapat disimpulkan bahwa kata bolak – balik dibentuk dari bentuk dasar balik yang diulang seluruhnya dengan perubahan fonem, ialah dari /a/, menjadi /o/, dan dari /i/, menjadi /a/.
Ruang Lingkup Morfologi
Morfem
Morfem adalah satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara relatife stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil (KBBI).
Jenis-jenis morfem sebagai berikut
Ditinjau dari Hubungannya
Pengklasifikasian morfem dari segi hubungannya, masih dapat kita lihat dari hubungan struktural dan hubungan posisi.
Ditinjau dari Hubungan Struktur
Menurut hubungan strukturnya, morfem dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu morfem bersifat aditif (tambahan) yang bersifat replasif (penggantian), dan yang bersifat substraktif (pengurangan).
Ditinjau dari Hubungan Posisi
Dilihat dari hubungan posisinya, morfem pun dapat dibagi menjadi tiga macam yakni ; morfem yang bersifat urutan, sisipan,dan simultan.
Contoh morfem yang bersifat urutan terdapat pada kata berpakaian yaitu / ber-/+/-an/. Contoh morfem yang bersifat sisipan dapat kita lihat dari kata / telunjuk/. Bentuk tunjuk merupakan bentuk kata bahasa Indonesia di samping telunjuk. Morfem simultan atau disebut pula morfem tidak langsung terdapat pada kata-kata seperti /k∂hujanan/. /k∂siaηgan/ dan sebagainya.
Ditinjau dari Distribusinya
Morfem bebas yaitu morfem yang secara potensial dapat berdiri sendiri dalamsuatu kalimat, contohnya saya, duduk, dan kursi.
Morfem ikat yaitu morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa, misalnya : di-, ke-, -i, se-, ke-an.
Daftar Pustaka
http://file.upi.edu/Direktori/KD-SUMEDANG/197212262005011002-PRANA_DWIJA_ISWARA/Tugas%20Kuliah/Kapita%20Selekta%20Bahasa%20Indonesia/2011/Morfologi.pdf
https://httpterang.files.wordpress.com/2011/03/matakuliah-morfologi.ppt
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Menentukan morfem bebas dan morfem terikat
Air adalah sumber kehidupan bagi
makhluk hidup tak terkecuali manusia. Dalam keseharian kita mulai bangun tidur
hingga tidur kembali, semuanya tak terlepas dari keterbutuhan akan air. Pagi
hari kita memerlukan air untuk berwudhu, mandi, minum, memasak, mencuci, dan
seterusnya. Belum lagi kebutuhan air di waktu siang sampai malam hari. Bayangkan
jika air tak lagi kita jumpai dalam kehidupan kita.
Paragraf diatas terdiri atas 87 morfem
Morfem bebas terdiri atas 59 morfem
Morfem terikat terdiri atas 14 morfem
Yaitu kehidupan,
Terkecuali, Keseharian, Semuanya, Terlepas, Keterbutuhan, Memerlukan, Berwudhu,
Memasak, Mencuci, Seterusnya, Kebutuhan, Bayangkan, Kehidupan.


