Sabtu, 20 Mei 2017

Teori Sastra

Pengertian Teori Sastra, Kritik Sastra, dan Sejarah Sastra
A.  Pengertian teori sastra
      Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati. Teori berisi konsep/ uraian tentang hukum-hukum untuk suatu objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu.  Menurut Wellek dan Warren (1993), sastra adalah suatu kegiatan kreatif, seni sederetan karya. Sedangkan teori sastra adalah studi prinsip, kategori, dan kriteria yang dapat dipacu dan dijadikan titik tolak dalam telaah di bidang sastra. Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra.

B.  Kritik sastra
     Kritik sastra adalah studi sastra yang secara langsung berhadapan dengan karya sastra dengan focus utama penilaian. Kritik sastra berisi tentang penilaian baik buruknya suatu karya sastra. Kritik sastra biasanya dilakukan oleh kritikus sastra. Kritik sastra memungkinkan suatu karya sastra dapat dianalisis, diklasifikasi dan akhirnya dinilai. Dalam kritik sastra terdapat beberapa fungsi:
Mengembangkan ilmu sastra sendiri;
Mengembangkan kesusastraan; dan
Memberikan masukan terhadap masyarakat umum.

Jenis-jenis karya sastra
1.  Kritik mimetik
     Kritik ini bertolak pada pandangan bahwa suatu karya sastra adalah gambaran atau rekaan dari dunia dan kehidupan manusia.
2.  Kritik pragmatik
     Kritik ini melihat kegunaan suatu karya sastra yang dilihat dari segi hiburan, estetika, pendidikan, dan hal lainnya.
3.  Kritik ekspresif
     Kritikan ini menekannkan analisis pada kemampuan pengarang dalam mengekspresikan atau menuangkan idenya dalam wujud sastra.
4.  Kritik objektif
     Kritik ini melihat karya sastra sebagai karya yang berdiri sendiri.

C.  Sejarah sastra
     Sejarah sastra merupakan bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu. Di dalamnya dipelajari ciri-ciri karya sastra pada masa tertentu, para sastrawan yang mengisi arena sastra, puncak-puncak karya sastra yang menghiasi dunia sastra, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar masalah sastra. Sebagai suatu kegiatan keilmuan sastra, seorang sejarawan sastra harus mendokumentasikan karya sastra berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada, pengaruh yang melatarbelakanginya, karakteristik isi dan tematik. Sejarah sastra didasarkan pada pembuktian data-data historis.

Hubungan karya sastra, kritik sastra dan sejarah sastra
   Pada hakikatnya, teori sastra membahas secara rinci aspek-aspek yang terdapat di dalam karya sastra, baik konvensi bahasa yang meliputi makna, gaya, struktur, pilihan kata, maupun konvensi sastra yang meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar, dan lainnya yang membangun keutuhan sebuah karya sastra. Demikian juga terjadi hubungan antara teori sastra dengan sejarah sastra. Sejarah sastra adalah bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu, periode ke periode sebagai bagian dari pemahaman terhadap budaya bangsa. Perkembangan sejarah sastra suatu bangsa, suatu daerah, suatu kebudayaan, diperoleh dari penelitian karya sastra yang dihasilkan para peneliti sastra yang menunjukkan terjadinya perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan karya sastra pada periode-periode tertentu. Kemudian kritik sastra yang merupakan ilmu sastra yang mengkaji, menelaah, mengulas, memberi pertimbangan, serta memberikan penilaian tentang keunggulan dan kelemahan atau kekurangan karya sastra akan menilai karya sastra yang telah ada. Sasaran kerja kritikus sastra adalah penulis karya sastra dan sekaligus pembaca karya sastra. Untuk memberikan pertimbangan atas karya sastra kritikus sastra bekerja sesuai dengan konvensi bahasa dan konvensi sastra yang melingkupi karya sastra.

Daftar Pustaka:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/kritik_sastra
simpulanilmu.blogspot.com>2016/07






Tidak ada komentar:

Posting Komentar