Sabtu, 11 Maret 2017

Cinta Bahasa Indonesia

Beberapa Negara yang mengajarkan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dan universitasnya
1. Australia 
   Bahasa Indonesia menjadi bahasa populer ke-4 di Australia. Di sana ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia, bahkan menjadikannya sebagai salah satu bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Bahasa Indonesia menjadi bahasa asing terbesar yang diajarkan di sekolah-sekolah dasar (SD) negeri Australia Barat. Menurut data Departemen Pendidikan Australia Barat, pada tahun 2013, ada 24.869 siswa SD negeri di sana yang belajar bahasa Indonesia di kelas.
   Selain itu, ada beberapa universitas di sana yang membuka jurusan bahasa atau sastra Indonesia. Seperti University of Shouthern Queensland, Australia. Di kampus ini Bahasa Indonesia dipelajari secara menyeluruh dalam program Bachelor of Arts (Indonesian Language). Namun, perkembangan bahasa Indonesia di negara ini sempat tersendat ketika pemerintah negara setempat memberikan travel warning akibat teror bom yang terjadi di Bali. Hal ini menurunkan minat para siswa di sana untuk belajar bahasa Indonesia karena larangan berkunjung membuat mereka tidak dapat langsung praktek  lapangan di Indonesia.
2. Vietnam 
    Bahasa Indonesia juga menjadi bahasa yang memiliki posisi penting di Vietnam, khususnya di Kota Ho Chi Minh, ibukota Vietnam. Menurut seorang diplomat Indonesia, Pemerintah Kota Ho Chi Minh secara resmi mengumumkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh pada bulan Desember 2007. Selain itu, menurut Konsul Jenderal Republik Indonesia periode 2007-2008, Irdamis Ahmad, bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diutamakan di Kota Ho Chi Minh. Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di universitas-universitas di Vietnam seperti Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC, dan Universitas Sosial dan Humaniora. Jumlah peminat studi bahasa Indonesia di universitas-universitas tersebut cenderung meningkat.
3. Jepang
   Di Jepang ada lebih dari 20 perguruan tinggi yang mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan. Di samping itu, ada pula universitas yang membuka jurusan bahasa Indonesia seperti Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, Universitas Setsunan, dan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) yang  terkenal sebagai pusat kajian internasional, penelitian dan pertukaran dosen sedunia.
4. Maroko 
  Di Maroko, pengajaran bahasa Indonesia telah diresmikan, yaitu di Universitas Mohammed V. Di universitas tersebut, Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata kuliah pilihan dengan 4 SKS di samping bahasa lainnya seperti bahasa China, Jepang, Korea, Urdu, dan Turki.
5. Ukraina
   Taras Shevchenko National University of Kyiv. Bahasa Indonesia merupakan program studi yang masih cukup baru dipelajari di kampus ini, tepatnya dimulai sejak tahun ajaran 2012/2013. Bahasa Indonesia sendiri merupakan program studi yang dibuka oleh Institute Philology dari Taras Shevcenko National University of Kyiv, yang saat pembukaannya, jurusan satu ini sangat didukung secara penuh oleh Kedutaan Indonesia untuk Ukraina. Salah satu bentuk dukungan pemerintah Indonesia adalah dengan membuka pusat kajian Bahasa Indonesia, mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti Darmasiswa, program beasiswa yang digelar pemerintah Indonesia untuk para mahasiswa asing.
6. Korea Selatan
   Salah satu kampus terbaik di Korea Selatan, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), yang berdiri sejak tahun 1954 ini membuka jurusan yang khusus mempelajari tentang Bahasa Indonesia. Bukan hanya satu tapi dua jurusan sekaligus, Department of Malay-Indonesia di College of Oriental Language serta Department of Malay-Indonesian Interpretation College of Interpretation and Translation.

Daftar Pustaka
dynidirgantara.blogspot.com/2013/02/mengintip-perkembangan-bahasa-indonesia-html.
m.radioaustralia.net.au>
https://m.brilio.net/life/4-universitas-dunia-ini-punya-mata-kuliah-bahasa-Indonesia-top.1508259.html&ei.



Latar Belakang Permasalahan Bahasa Indonesia  Tidak Dapat Menjadi Bahasa Internasional
    Saat ini globalisasi sedang menggempur bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia semakin terdesak oleh bahasa asing.  Sekarang ini telah menjamur tempat-tempat kursus yang menawarkan pembelajaran bahasa asing. Tidak hanya di kota-kota besar, di daerah-daerah terpelosok pun juga terdapat tempat tempat kursus yang mengajarkan bahasa asing. Memang mempelajari bahasa asing bukanlah masalah yang serius, tapi alangkah baiknya jika kita sebagai bangsa Indonesia mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia lebih baik lagi karena kebanyakan masyarakat saat ini tidak dapat menggunakan bahasa yang baik mereka lebih suka menggunakan bahasa daerah dan bahasa alay atau gaul.
     Latar belakang bahasa Indonesia sulit untuk menjadi bahasa Internasional sebenarnya ada pada diri kita sendiri, seperti menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur adukan dengan bahasa daerah, penggunaan bahasa prokem dan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku. Memang banyak orang yang berfikir untuk apa kita belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar jika dengan menggunakan bahasa alay saja orang yang berkomunikasi dengan kita saja dapat mengerti apa yang kita katakan. Apabila pendapat seperti ini terus berkembang, hilang sudah harapan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional.
       Bahasa  daerah  memang  dapat memperkaya  bahasa  Indonesia  dari  segi  kosakata. Namun,  di  sisi lain  bahasa  daerah  juga  mengganggu  bahasa Indonesia  resmi.  Mungkin  bagi  penutur  orang Indonesia  pengaruh  dari  bahasa  daerah  tidak bermasalah  karena  dia  dapat  membedakan antara  bahasa  Indonesia  dan  bahasa  daerah, tetapi  orang asing yang ingin belajar bahasa Indonesia akan menjadi bingung dan mereka tidak akan bisa membedakan antara bahasa Indonesia resmi dan bahasa daerah. Inilah masalah yang paling besar dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional.

Daftar Pustaka
www.atmazaki.net>
https://fauziahmiftah.wordpress.com/2013/04/25/bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-internasional/



Sumpah pemuda
Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

    Sesuai dengan sumpah pemuda pada butir ketiga bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi bahasa persatuan kita yang dapat menghubungkan kita dengan masyarakat dari berbagai daerah. Bahasa memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antarindividu, kelompok, dan organisasi sosial dalam berbagi konteks kehidupan. Hal ini dapat kita lihat pemanfaatan bahasa Indonesia di 33 provinsi yang ada di Indonesia yang dapat mempersatukan anatarwilayah dan antarsuku yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Contohnya saja ketika Made yang berasal dari Bali berbicara kepada Bagus yang berasal dari Jawa maka mereka tidak mungkin menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing karena pasti mereka tidak memahami apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya maka diperlukan bahasa yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia.   Bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa. Menggunakan bahasa Indonesia berarti memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penggunaan bahasa                       Indonesia dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Kita sebagai bangsa Indonesia harus mencintai dan menghargai bahasa Indonesia. Cinta terhadap bahasa Indonesia artinya harus mengenal, memahami, dan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan bahasa yang baik dan benar yaitu yang sesuai dengan penulisan EYD. Dan bukan menggunakan bahasa yang malah dapat merusak bahasa Indonesia seperti bahasa alay yang saat ini banyak digunakan oleh putra dan putri Indonesia. Bagaimana kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang baik jika kita sebagai bangsa Indonesia sendiri tidak mencintai bahasa Indonesia. Dengan demikian, sebagai warga Negara Indonesia yang mewarisi segala nilai perjuangan nenek moyang kita, marilah bersama-sama kita menggunakan bahasa Indonesia. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang baik dan layak dipertimbangkan untuk menjadi bahasa Internasional.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar